<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Alfian07's Weblog &#187; artikel</title>
	<atom:link href="http://alfian07.wordpress.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alfian07.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Mar 2008 06:00:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='alfian07.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/97e5902a037d5e3e07e5c90bd6e67ae6?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Alfian07's Weblog &#187; artikel</title>
		<link>http://alfian07.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alfian07.wordpress.com/osd.xml" title="Alfian07&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>POTENSI ALAM KALIMANTAN SELATAN</title>
		<link>http://alfian07.wordpress.com/2008/03/10/potensi-alam-kalimantan-selatan/</link>
		<comments>http://alfian07.wordpress.com/2008/03/10/potensi-alam-kalimantan-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 04:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfian07</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfian07.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[KALIMANTAN SELATAN


Pasar Terapung Muara Kuin

     Pasar Terapung Muara Kuin adalah Pasar Tradisional yang berada di atas sungai Barito di muara sungai Kuin Banjarmasin,Kalimantan Selatan. Para pedagang dan pembeli menggunakan jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini mulai setelah shalat Subuh sampai selepas pukul 07:00 pagi. Matahari terbit memantulkan cahaya di antara transaksi sayur-mayur dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfian07.wordpress.com&blog=2231279&post=40&subd=alfian07&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h5 align="left" class="firstHeading"><a href="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/200px-kelotok.jpg" title="200px-kelotok.jpg"></a><a href="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/lambang-kalsel.jpg" title="lambang-kalsel.jpg"><img width="145" src="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/lambang-kalsel.thumbnail.jpg?w=145&#038;h=125" alt="lambang-kalsel.jpg" height="125" style="width:149px;height:150px;" /></a>KALIMANTAN SELATAN</h5>
<h2 align="center" class="firstHeading"><font color="#ff0000"></font></h2>
<h2 align="center" class="firstHeading"><font color="#ff0000"></font></h2>
<h2 align="center" class="firstHeading"><font color="#ff0000">Pasar Terapung Muara Kuin</font></h2>
<p align="center" class="firstHeading"><a href="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/200px-kelotok.jpg" title="200px-kelotok.jpg"><img width="257" src="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/200px-kelotok.thumbnail.jpg?w=257&#038;h=128" alt="200px-kelotok.jpg" height="128" style="width:155px;height:199px;" /></a></p>
<div align="justify" class="thumb tright"><font color="#000000">    <strong> Pasar Terapung Muara Kuin</strong> adalah </font><font color="#000000">Pasar</font><font color="#000000"> Tradisional yang berada di atas </font><font color="#000000">sungai Barito</font><font color="#000000"> di muara sungai Kuin </font><strong><font color="#000000">Banjarmasin</font><font color="#000000">,</font><font color="#000000">Kalimantan Selatan</font></strong><font color="#000000">. Para pedagang dan pembeli menggunakan jukung, sebutan </font><font color="#000000">perahu</font><font color="#000000"> dalam </font><font color="#000000">bahasa Banjar</font><font color="#000000">. Pasar ini mulai setelah </font><font color="#000000">shalat</font><font color="#000000"> Subuh sampai selepas pukul 07:00 pagi. </font><font color="#000000">Matahari</font><font color="#000000"> terbit memantulkan cahaya di antara transaksi sayur-mayur dan hasil kebun dari </font><font color="#000000">kampung-kampung</font><font color="#000000"> sepanjang aliran sungai Barito dan anak-anak </font><font color="#000000">sungainya</font>.</div>
<p><font color="#000000"><strong><u> </u><span class="mw-headline"><u><span id="more-40"></span></u>Suasana dan kegiatan pasar</span></strong></font></p>
<p align="justify"><font color="#000000">     Dengan menyaksikan panoramanya, </font><font color="#000000">wisatawan</font><font color="#000000"> seakan-akan sedang tamasya. Jukung-jukung dengan sarat muatan barang dagangan sayur mayur, buah-buahan, segala jenis ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga tersedia di pasar terapung. Ketika matahari mulai muncul berangsur-angsur pasar pun mulai menyepi, sang pedagang pun mulai beranjak meninggalkan pasar terapung membawa hasil yang diperoleh dengan kepuasan.Suasana pasar terapung yang unik dan khas adalah berdesak-desakan antara perahu besar dan kecil saling mencari pembeli dan penjual yang selalu berseliweran kian kemari dan selalu oleng dimainkan gelombang </font><font color="#000000">sungai Barito</font><font color="#000000">. Pasar terapung tidak memiliki </font><font color="#000000">organisasi</font><font color="#000000"> seperti pada pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung atau pembagian pedagang bersarkan barang dagangan.Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut <i>dukuh</i>, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para <i>dukuh</i> untuk dijual kembali disebut <i>panyambangan</i>. Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi </font><font color="#000000">barter</font><font color="#000000"> antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut <i>bapanduk</i>, sesuatu yang unik dan langka.</font></p>
<p><a name="Potensi_wisata" title="Potensi_wisata" id="Potensi_wisata"></a><font color="#000000"></font></p>
<p><span class="mw-headline"><font color="#000000"><strong>Potensi wisata</strong></font></span></p>
<p align="justify"><font color="#000000">    </font><font color="#000000">Obyek wisata</font><font color="#000000"> ini sering dianggap sebagai daya tarik yang fantastik, </font><font color="#000000">Banjarmasin</font><font color="#000000"> bagaikan </font><font color="#000000">Venesia</font><font color="#000000"> di Timur Dunia, karena keduanya memiliki potensi wisata sungai. Namun kedua kota berbeda alam dan latar belakang budayanya. Di Banjarmasin masih banyak ditemui di sepanjang sungai rumah-rumah terapung yang disebut </font><font color="#000000">rumah lanting</font><font color="#000000">, yang selalu oleng dimainkan gelombang.Daerah Kuin merupakan tipe </font><font color="#000000">permukiman</font><font color="#000000"> yang berada di sepanjang aliran sungai (waterfront village) yang memiliki beberapa daya tarik </font><font color="#000000">pariwisata</font><font color="#000000">, baik berupa </font><font color="#000000">wisata alam</font><font color="#000000">, </font><font color="#000000">wisata budaya</font><font color="#000000"> maupun </font><font color="#000000">wisata budaya</font><font color="#000000">. Kehidupan masyarakatnya erat dengan kehidupan sungai seperti pasar terapung, perkampungan tepian sungai dengan </font><font color="#000000">arsitektur</font><font color="#000000"> tradisionalnya. Hilir mudiknya aneka perahu tradisional dengan beraneka muatan merupakan atraksi yang menarik bagi </font><font color="#000000">wisatawan</font><font color="#000000">, bahkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi </font><font color="#000000">desa wisata</font><font color="#000000"> sehingga dapat menjadi pembentuk citra dalam promosi kepariwisataan </font><font color="#000000">Kalimantan Selatan</font><font color="#000000">. Masih di kawasan yang sama wisatawan dapat pula mengunjungi </font><font color="#000000">Masjid Sultan Suriansyah</font><font color="#000000"> dan </font><font color="#000000">Komplek Makam Sultan Suriansyah</font><font color="#000000">, </font><font color="#000000">pulau Kembang</font><font color="#000000">, </font><font color="#000000">pulau Kaget</font><font color="#000000"> dan </font><font color="#000000">pulau Bakut</font><font color="#000000">. Di Kuin juga terdapat kerajinan ukiran untuk ornamen </font><font color="#000000">rumah Banjar</font><font color="#000000">.</font></p>
<h1 class="firstHeading">  </h1>
<h2 align="center" class="firstHeading"><font color="#ff0000">Rumah Banjar</font></h2>
<p><!-- start content --></p>
<div class="thumb tright"><u></u></div>
<div class="thumb tright"></div>
<div class="thumb tright">
<div style="width:202px;" class="thumbinner"><a href="http://alfian07.wordpress.com/wiki/Berkas:Rumah_Bubungan_Tinggi.jpg" title="Rumah Bubungan Tinggi" class="image"><img border="0" width="200" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c6/Rumah_Bubungan_Tinggi.jpg/200px-Rumah_Bubungan_Tinggi.jpg" alt="Rumah Bubungan Tinggi" height="150" style="width:217px;height:168px;" class="thumbimage" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a href="http://alfian07.wordpress.com/wiki/Berkas:Rumah_Bubungan_Tinggi.jpg" title="Perbesar" class="internal"></a></div>
<p>Rumah Bubungan Tinggi</p></div>
</div>
</div>
<p align="justify"><strong>     Rumah Banjar</strong><font color="#000000"> adalah </font><font color="#000000">rumah</font><font color="#000000"> tradisional </font><font color="#000000">suku Banjar</font><font color="#000000">. Arsitektur tradisional ciri-cirinya antara lain mempunyai perlambang, mempunyai penekanan pada atap, ornamental, dekoratif dan simetris.Menurut </font><font color="#000000">Idwar Saleh</font><font color="#000000"> (1984:5) Rumah tradisonal Banjar adalah type-type rumah khas Banjar dengan gaya dan ukirannya sendiri mulai sebelum tahun 1871 sampai tahun 1935. Umumnya rumah tradisional Banjar dibangun dengan ber-anjung (ba-anjung) yaitu sayap bangunan yang menjorok dari samping kanan dan kiri bangunan utama karena itu disebut Rumah Baanjung. Anjung merupakan ciri khas rumah tradisional Banjar, walaupun ada pula beberapa type Rumah Banjar yang tidak ber-</font><font color="#000000">anjung</font><font color="#000000">. Tipe rumah yang paling bernilai tinggi adalah Rumah Bubungan Tinggi yang biasanya dipakai untuk bangunan keraton (Dalam Sultan). Jadi nilainya sama dengan rumah joglo di Jawa yang dipakai sebagai keraton. </font></p>
<p align="justify"><font color="#000000">    Keagungan seorang penguasa pada masa pemerintahan kerajaan diukur oleh kuantitas ukuran dan kualitas seni serta kemegahan bangunan-bangunan kerajaan khususnya istana raja (Rumah Bubungan Tinggi). Dalam suatu perkampungan suku Banjar terdiri dari bermacam-macam jenis rumah Banjar yang mencerminkan status sosial maupun status ekonomi sang pemilik rumah. Dalam kampung tersebut rumah dibangun dengan pola linier mengikuti arah aliran sungai maupun jalan raya terdiri dari rumah yang dibangun mengapung di atas air, rumah yang didirikan di atas sungai maupun rumah yang didirikan di daratan, baik pada lahan basah (alluvial) maupun lahan kering.</font></p>
<p align="justify"><strong>Daftarpustaka: www.wikipedia.com</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alfian07.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alfian07.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfian07.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfian07.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfian07.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfian07.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfian07.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfian07.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfian07.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfian07.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfian07.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfian07.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfian07.wordpress.com&blog=2231279&post=40&subd=alfian07&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfian07.wordpress.com/2008/03/10/potensi-alam-kalimantan-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb4766d5ee3978c720d8e23c3b8272b3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alfian07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/lambang-kalsel.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lambang-kalsel.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/200px-kelotok.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">200px-kelotok.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c6/Rumah_Bubungan_Tinggi.jpg/200px-Rumah_Bubungan_Tinggi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah Bubungan Tinggi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Las listrik</title>
		<link>http://alfian07.wordpress.com/2008/02/29/las-listrik/</link>
		<comments>http://alfian07.wordpress.com/2008/02/29/las-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 05:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfian07</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfian07.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[       Mesin Las

*Mesin las ada dua macam, yaitu:
1. mesin las D.C (direct current – mesin las arus searah)
2. mesin las A.C (alternating current – mesin las arus bolak-balik)
Pemasangan kabel skunder, pada mesin las D.C dapat diatur / dibuat menjadi DCSP atau DCRP.
- bila kabel elektroda dihubungkan kekutub negative mesin, dan kabel masa dihubungkan kekutub positif maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfian07.wordpress.com&blog=2231279&post=36&subd=alfian07&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 align="left"><u><font color="#00ff00"><b><a href="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/proyek31.jpg" title="proyek31.jpg"><img width="128" src="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/proyek31.thumbnail.jpg?w=128&#038;h=98" alt="proyek31.jpg" height="98" style="width:160px;height:102px;" /></a></b></font></u>       <font color="#ff00ff">Mesin Las</font><a href="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/proyek31.jpg" title="proyek31.jpg"></a></h1>
<p><font color="#ff00ff"></font></p>
<p>*Mesin las ada dua macam, yaitu:<br />
1. mesin las D.C (direct current – mesin las arus searah)<br />
2. mesin las A.C (alternating current – mesin las arus bolak-balik)</p>
<p>Pemasangan kabel skunder, pada mesin las D.C dapat diatur / dibuat menjadi DCSP atau DCRP.<br />
<span id="more-36"></span>- bila kabel elektroda dihubungkan kekutub negative mesin, dan kabel masa dihubungkan kekutub positif maka disebut hubungan polaritas lurus (D.C.S.P)<br />
Pada hubungan D.C.S.P, panas yang timbul, sepertiga memanaskan elektroda dan dua pertiga memanaskan benda kerja.<br />
Berarti benda kerja menerima panas lebih banyak dari elektroda.</p>
<p>- bila kabel elektroda dihubungkan kekutub positif mesin, dan kabel masa dihubungkan kekutub negative maka disebut hubungan polaritas terbaik (D.C.R.P)</p>
<p><!--more-->catatan:<br />
DCSP = direct current straight polarity<br />
DCRP = direct current revers polarity</p>
<p>- pada hubungan D.C.R.P, panas yang timbul, dua pertiga memanaskan elektroda dan sepertiga memanaskan benda kerja. Berarti elektroda menerima panas yang lebih banyak dari benda kerja</p>
<p>- kapan dipergunakan D.C.R.P, tersebut?<br />
Ini tergantung pada :<br />
- bahan benda kerja<br />
- posisi pengelasan<br />
- bahan dan salutan elektroda<br />
- penembusan yang diinginkan</p>
<p>Pada mesin las A.C, kabel masa dan kabel elektroda dapat dipertukarkan tanpa mempengaruhi perubahan panas yang timbul pada busur nyala.</p>
<p>Keuntungan-keuntungan pada mesin D.C antara lain:<br />
- busur nyala stabil<br />
- dapat menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut<br />
- dapat mengelas pelat tipis dalam hubungan DCRP<br />
- dapat dipakai untuk mengelas pada tempat-tempat yang lembab dan sempit</p>
<p>Keuntungan-keuntungan pada mesin A.C, antara lain:<br />
- busur nyala kecil, sehingga memperkecil kemungkinan timbunya keropos pada rigi-rigi las<br />
- perlengkapan dan perawatan lebih murah</p>
<p>Besar arus dalam pengelasan dapat diatur dengan alat penyetel, dengan jalan memutar handle menarik atau menekan, tergantung pada konstruksinya.</p>
<p>Besar ampere yang dihasilkan mesin dapat dilihat pada skala ampere.</p>
<p>A. Penyetelan<br />
Terutama untuk benda-benda yang besar, diperlukan perangkaian yang baik untuk mempermudah penyetelan kampuh. Selain itu kemungkinan perubahan bentuk yang terjadi akibat panas selama pengelasan berlangsung dapat dihindarkan / dikurangi. Untuk itu diperlukan terutama:<br />
- kelem C<br />
- pasak<br />
- baut<br />
- jembatan<br />
- rantai<br />
- dan sebagainya</p>
<p>Dalam memanjang kampuh, benda kerja harus dibiarkan supaya dapat memuai dengan bebas.<br />
Untuk menyetel / mengepas dua ujung plat yang telah dirol, atau plat datar dipergunakan:<br />
- kelem C<br />
- rantai<br />
- pasak<br />
Untuk menyetel sambungan siku dipergunakan kelem siku dan pasak.</p>
<p>Menyetel dengan memakai baut dan kelem datar.<br />
Cara menyetel jarak kampuh (kampuh V terbuka/ V tertutup) dengan memakai baut.</p>
<p>Cara menyetel/meluruskan sambungan dengan memakai pasak. Untuk mengatasi pelentingan pelat.</p>
<p>Untuk menarik benda kerja ke posisi yang diinginkan dengan memakai baut, sebelum maupun selama mengelas.</p>
<p>Cara menekan benda ke posisi yang diinginkan dengan memakai pasak, sebelum maupun selama mengelas.</p>
<p>B. Mengatur Tegangan<br />
Pada mesin las modern, tegangan pengelasan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.<br />
Mesin las umumnya mempunyai tegangan 60 – 80 Volt sebelum terjadi busur nyala. Tegangan ini disebut tegangan terbuka atau tegangan atau tegangan pembakar.<br />
Bila busur nyala telah terjadi (sedang mengelas) maka tegangan turun menjadi 20 – 40 Volt. Ini dinamakan tegangan kerja. Tegangan kerja disesuikan dengan diameter elektroda.</p>
<p>Untuk elektroda: 1,5 – 5,5 mm tegangan kerja 20 – 30 Volt.<br />
Untuk elektroda: 4,5 – 6,4 mm tegangan kerja 30 – 40 Volt.</p>
<p>C. Mengatur Ampere<br />
Arus pengelasan ditentukan oleh: diameter elektroda, tebal bahan, jenis elektroda dan posisi pengelasan.<br />
Pengaturan arus dilakukan dengan memutar handel atau knop.<br />
Arus pengelasan yang dipakai dapat dilihat/ dibaca pada skala arus, yang terdapat pada mesin las.<br />
Perkiraan arus yang dipakai untuk mengelas, dapat dilihat pada table yang tertera pada setiap bungkus elektroda, misalnya sebagai berikut:<br />
diameter (mm) x panjang daerah polaritas arus elektroda (A)<br />
2,6 x 350 45 – 95 Ac atau Dc</p>
<p>D. Menebalkan Permukaan<br />
Menebalkan benda kerja yang telah aus (poros, bidang-bidang luncur dsb) dapat dilakukan dengan las.<br />
Dan untuk mencapai ukuran yang diperlukan, rigi-rigi las selanjutnya dikerjakan dengan menyekrap atau membubut.<br />
Untuk mencegah perubahan bentuk pada bidang datar, maka pengelasan dilakukan berurut dan bergantian pada kedua permukaannya.</p>
<p>E. Posisi &#8211; Posisi Pengelasan<br />
Posisi pengelasan ada empat macam:<br />
1. posisi dibawah tangan (lihat w, h)<br />
2. posisi mendatar / horizontal (lihat q)<br />
3. posisi vertical (lihar s)<br />
4. posisi diatas kepala (lihat u)</p>
<p>F. Membuat Rigi &#8211; Rigi<br />
sambungan terisi dengan rata, maka pada permukaan penyambungan diadakan pengayunan elektroda.<br />
Batas pemunduran elektroda dan kecepatan pengisian kawah normal.<br />
Batas pemunduran elektroda terlalu jauh, atau kecepatan pengisian terlalu lama, sehingga terjadi sambungan rigi-rigi yang tinggi.<br />
Batas pemunduran elektroda terlalu pendek atau waktu pengisian terlalu singkat, sehingga terjadi sambungan rigi-rigi yang rendah.</p>
<p>G. Menyambung Rigi &#8211; Rigi<br />
Apabila elektroda habis sebelum sampai pada batas pengelasan, maka untuk menyambung kembali, diperlukan cara tertentu.<br />
Baik buruknya penyambungan tergantung pada:<br />
- kondisi kawah yang akan disambung<br />
- kecepatan penyambungan<br />
- batas mundur elektroda<br />
Sebelum penyambungan rigi-rigi dimulai bersihkan terak sepanjang kira-kira 15 mm (bila ujung kawah masih pijar, penyambungan dapat dilakukan tanpa pembuangan terak).<br />
Busur nyala dimulai 5 – 10 mm dari kanan kemudian elektroda digerakkan kekiri sampai mendekati rigi-rigi yang akan disambung. Kemudian teruskan pengelasan menurut arah yang diperlukan.</p>
<p>H. Mematikan Busur Nyala<br />
Agar ujung akhir rigi-rigi las tidak keropos dan tidak terlalu rendah, maka untuk memutuskan atau melepaskan busur nyala dari benda kerja dibutuhkan cara :<br />
-cara a: elektroda diangkat, lalu sedikit diturunkan, baru diayun keluar.<br />
-cara b, elektroda diangkat sedikit lalu diturunkan kembali sambil dilepas dengan mengayunkan kekiri atas.<br />
-cara c, diperlihatkan cara pelepasan elektroda yang salah.</p>
<p>I. Hasil Rigi &#8211; Rigi<br />
Dengan melihat hasil rigi-rigi las dapat diketahui kesalahan-kesalahan pengelasan.<br />
a. besar arus, kecepatan gerak elektroda dan jarak busur nyala normal.<br />
b. besar arus, kecepatan gerak elektroda normal, tetapi jarak busur terlalu besar, sehingga terjadi sedikit percikan disekitar rigi-rigi. Selain itu penembusan dangkal.<br />
c. jarak busur nyala dan kecepatan elektroda normal, tetapi arus terlalu besar sehingga banyak terjadi percikan disepanjang rigi-rigi. Garis-garis rigi-rigi meruncing.<br />
d. kecepatan gerak elektroda normal, tetapi arus terlalu rendah sehingga rigi-rigi menjadi tinggi dan penembusan dangkal. Penyalaan elektroda sukar.<br />
e. besar arus, busur nyala normal tetapi kecepatan jalan elektroda terlalu lambat. Rigi-rigi tinggi dan lebar.<br />
f. besar arus, jarak busur nyala normal tetapi kecepatan jalan elektroda terlalu tinggi, sehingga bentuk permukaan rigi-rigi jelek. Penembusan juga dangkal</p>
<p>J. Ayunan Elektroda<br />
Untuk mendapatkan rigi-rigi yang lebih besar dan memperdalam penembusan, perlu mengayun elektroda.<br />
lima macam ayunan.<br />
Pengayunan ini terutama penting dilakukan pada pengelasan kampuh V, X, U dan sebagainya.<br />
Cara 1 : tanpa ayunan, untuk pengelasan benda tipis.<br />
Cara 2, 3 : ayunan setengah lingkaran dan ayunan gergaji, untuk pengelasan benda yang tebalnya sedang.<br />
Cara 4, 5 : ayunan segi empat dan segi tiga, untuk pengelasan benda tebal.</p>
<p>K. Tinggi Awal Busur<br />
Bila pengelasan dimulai dipinggir sekali, maka penembusan awal rigi-rigi sering kurang baik.<br />
Untuk mengisi hal ini, maka titik awal pengalaan dimulai kira-kira 10 – 20 mm dari tepi kampuh yang akan dilas.<br />
Elektroda dimundurkan mencapai tepi, lalu dikembalikan kearah lintasan yang diperlukan.<br />
Jarak busur nyala ditinjau dari jenis salutan elektroda digolongkan sebagai berikut:<br />
a. elektroda bersalut sedang, jarak busur = 0,7 d<br />
b. elektroda bersalut tipis, jarak busur = 0,9 d<br />
c. elektroda bersalut tebal (elektroda kontak), jarak busur = 0,8 d<br />
d. elektroda bersalut sedang mengandung ferro, jarak busur = 0,8 d<br />
catatan:<br />
d = diameter kawat elektroda<br />
d‾ = jarak busur nyala</p>
<p>L. Menyalakan Elektroda<br />
Elektroda dapat dinyalakan dengan dua cara, yaitu:<br />
1. cara sentakan<br />
2. cara goresan<br />
Pertama ialah elektroda diturunkan lurus sampai menyentuh benda kerja dan langsung diangkat (cepat) sampai jarak kira-kira 1x diameter elektroda.<br />
Kemudian diturunkan sampai terjadi tinggi busur yang diinginkan (kira-kira 0,8 x diameter elektroda)</p>
<p>Kedua ialah seperti menggoreskan korek api. Setelah busur terjadi tinggi nyala dipertahankan kira-kira 0,8 kali diameter elektroda diatas bidang kerja.</p>
<p>Arah penggoresan dapat kekiri maupun kekanan<br />
Pasanglah tameng, sebelum elektroda menyala.<br />
Perpendekan elektroda, harus diikuti dengan penurunan tangan, agar sudut elektroda dan tinggi busur tetap dapat dipertahankan</p>
<p>M. Menjepit Elektroda<br />
Sebelum bekerja, semua kelengkapan keselamatan kerja harus disiapkan.<br />
Jepitlah ujung elektroda pada bagian yang tidak bersalut.<br />
Elektroda harus dijepit dengan kuat pada tang.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alfian07.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alfian07.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfian07.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfian07.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfian07.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfian07.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfian07.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfian07.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfian07.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfian07.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfian07.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfian07.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfian07.wordpress.com&blog=2231279&post=36&subd=alfian07&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfian07.wordpress.com/2008/02/29/las-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb4766d5ee3978c720d8e23c3b8272b3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alfian07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/proyek31.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">proyek31.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MESIN PERKAKAS</title>
		<link>http://alfian07.wordpress.com/2008/02/22/mesin-perkakas/</link>
		<comments>http://alfian07.wordpress.com/2008/02/22/mesin-perkakas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 04:25:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfian07</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfian07.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[


 













MESIN CNC

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mesin perkakas merupakan suatu alat yang berfungsi memotong atau piranti pengolahan lain dan part. Jadi, yang dimaksud dengan mesin perkakas adalah suatu alat atau mesin dimana energi yang diberikan, kemudian dipergunakan untuk mendeformasikan dan memotong material ke dalam bentuk dan ukuran produk atau benda kerja sesuai dengan kehendak. Manakala mesin perkakas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfian07.wordpress.com&blog=2231279&post=32&subd=alfian07&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div class="header section">
<div class="widget Header">
<div><a href="http://mesin2001.blogspot.com/"><img width="575" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/7308/118906895931520/1600/z/598946/gse_multipart42559.jpg" alt="SOLIDARITY  FOREVER" height="117" style="display:block;width:539px;height:121px;" /> </a></div>
</div>
</div>
</div>
<div style="text-align:center;">
<div class="crosscol section">
<div class="widget HTML">
<div class="widget-content">
<ul></ul>
</div>
<p><span class="widget-item-control"><span class="item-control blog-admin"><a target="configHTML13" href="http://www.blogger.com/rearrange?blogID=974085291471019148&amp;widgetType=HTML&amp;widgetId=HTML13&amp;action=editWidget" title="Edit" class="quickedit"></a></span></span></div>
</div>
</div>
<p><!-- google_ad_section_start --></p>
<h2><a name="6411847511809705188" title="6411847511809705188"></a><a href="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/02/clarik1.gif" title="clarik1.gif"><img width="293" src="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/02/clarik1.thumbnail.gif?w=293&#038;h=260" alt="clarik1.gif" height="260" style="width:234px;height:167px;" />MESIN CNC<br />
</a></h2>
<h2><font color="#ff0000">PENDAHULUAN</font></h2>
<p>1.1 Latar Belakang<br />
Mesin perkakas merupakan suatu alat yang berfungsi memotong atau piranti pengolahan lain dan part. Jadi, yang dimaksud dengan mesin perkakas adalah suatu alat atau mesin dimana energi yang diberikan, kemudian dipergunakan untuk mendeformasikan dan memotong material ke dalam bentuk dan ukuran produk atau benda kerja sesuai dengan kehendak. Manakala mesin perkakas sedang melakukan pemakanan, program instruksi dapat diubah untuk memproses suatu pekerjaan baru.<br />
<span class="fullpost"><br />
<span id="more-32"></span>Syarat-syarat umum yang harus dipenuhi oleh mesin perkakas adalah:<br />
a. Kebutuhan akan daya kerja<br />
b. Efisiensi yang tinggi baik secara teknis maupun ekonomis.<br />
c. Performance<br />
d. Kualitas kerja<br />
e. Kekakuan static dan dinamic<br />
f. Deformasi mekanis yang mungkin terjadi<br />
g. Gaya-gaya yang terjadi pada saat operasi.</span></p>
<p>Ketelitian adalah kegiatan menganalisis atau mengolah data secara sistematis untuk mencapai kesalahan yang relatif terhadap suatu acuan. Sedangkan ketepatan adalah kemampuan yang dicapai untuk memenuhi besar atau kecilnya suatu target dengan cara mengulangi hal yang sama. Dan semua itu harus terdapat pada kualitas kerja dari mesin tersebut agar dapat tercapai suatu standart.</p>
<p>1. Kontrol Numerik atau Pengaturan Numerik<br />
Kontrol numerik atau pengaturan numerik (numerical control: NC) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kontrol gerakan mesin dan berbagai fungsi lainnya berupa program otomasi dimana tindakan mekanik dari suatu alat-alat permesinan atau peralatan lain dikendalikan oleh suatu program yang berisi data kode angka. Data alphanumerical menghadirkan suatu instruksi pekerjaan untuk mengoperasikan mesin tersebut.<br />
Numeric Control (NC) adalah suatu kendali mesin atas dasar informasi digital, ini diperkenalkan di area pabrikasi. NC adalah bermanfaat untuk produksi rendah dan medium yang memvariasikan produksi item, di mana bentuk, dimensi, rute proses, dan pengerjaan dengan mesin bervariasi.<br />
Istilah computer numerical control (CNC) digunakan bila sistem kontrol memakai komputer internal. Komputer internal memungkinkan penyimpanan program tambahan, penyuntingan program, penjalanan program dari memori, diagnostik kontrol dan pemeriksaan mesin, pekerjaan rutin-rutin dan khusus, dan kemampuan melakukan perubahan skala inci/ metrik/ absolut.</p>
<p>Pembuatan komponen dengan CNC memerlukan akses langsung ke mesin dan instalasi komputer agar memperoleh pengalaman praktis yang amat diperlukan. Dalam menggunakan piranti dan jenis mesin tertentu, seperti mengoperasikan mesin-mesin turning, milling dan drilling harus memahami bahasa serta teknik pemrograman memerlukan instruksi.</p>
<p>2. Sistem Pengoperasian Mesin<br />
Kode data diubah untuk satu rangkaian perintah, yang mana servo mekanisme, seperti suatu pijakan motor yang berputar sesuai jumlah yang telah ditetapkan, memperbaiki dengan masing-masing mengemudi dari suatu meja pekerjaan dan suatu alat untuk melaksanakan suatu pengerjaan dengan mesin dan gerakan yang ditetapkan oleh suatu sistem pengulangan tertutup atau terbuka.<br />
Sistem operasi dari mesin perkakas NC adalah menggunakan sistem operasi CNC sehingga diperlukan pengenalan kode data untuk menjalankan satu rangkaian perintah. Adapun contoh dari sistem operasi dari mesin perkakas NC adalah:</p>
<p>Fungsi G<br />
G00 Pengaturan posisi dengan gerak cepat yang mempunyai kemungkinan gerakan yang terjadi berupa eretan yang bergerak dalam arah x, y, z, dan x dan z<br />
G01 Interpolasi linier adalah mendapatkan harga antara yang terletak pada garis lurus. Kemungkinan gerakan yang terjadi yaitu pembubutan dalam arah z atau memanjang, arah x atau melintang, arah x dan z atau membubutan tirus.<br />
G02 Interpolasi melingkar dengan arah kekanan<br />
G03 Interpolasi melintang atau melingkar arah kekiri<br />
G04 Waktu tinggal diam (istirahat dalam detik)<br />
G20-G21 Nilai masukan ditetapkan dalam satuan milimeter atau inchi<br />
G24 Pemrograman radius<br />
G25 Pemanggilan sub program<br />
G27 Perintah melompat / melewati blok<br />
G28 Kembali ketitik acuan<br />
G33 Pemotongan ulir<br />
G41-G42 Pemotongan benda kerja sesuai dengan kompensasi pada permukaan benda kerja.<br />
G64 Mematikan motor/ mematikan arus listrik<br />
G84 Siklus pembubutan memanjang<br />
G88 Siklus pembubutan melintang</p>
<p>Fungsi M<br />
M00 Menghentikan program, yang dilakukan di pertengahan program. Operator harus siap kembali<br />
M03-M04 Start spindel searah jarum jam<br />
M05 Spindel stop<br />
M06 Penghitungan panjang pahat<br />
M09 Memulai atau pembatalan putaran pemotongan<br />
M17 Memulai atau membatalkan spindel dan cairan memotong<br />
M19 Memutar atau membatalkan spindel untuk mengorientasikan posisi.<br />
M30 Mengakhiri program, memutar kembali atau memberhentikan mesin.<br />
M99 Parameter lingkaran</p>
<p>3. Jenis Mesin Perkakas NC<br />
Mesin perkakas NC meliputi mesin dengan operasi tujuan tunggal. Dan yang akan kami ceritakan disini adalah mesin perkakas NC untuk mesin bubut (CNC Turning).<br />
a. Prinsip Kerja CNC Turning<br />
Benda kerja dipegang oleh pencekam yang dipasang diujung poros utama (spindel). Dengan memutar lengan pengatur, yang terdapat pada kepala tetap, putaran spindel (n) dapat dipilih. Harga putaran spindel umumnya dibuat bertingkat, dengan aturan yang telah distandarkan, misalnya 630, 710, 800, 900, 1000, 1120, 1400, 1600, 1800, dan 2000 rpm. Kecepatan putaran spindel tidak lagi bertingkat melainkan berkesinambungan (kontinue). Pahat dipasangkan pada dudukan pahat dan kedalaman potong (a) diatur dengan menggeserkan peluncur silang melalui roda pemutar dan gerak makannya diatur dengan lengan pengatur pada rumah roda gigi. Gerak makan (f) yang tersedia pada mesin bubut bermacam-macam dan menurut tingkatan yang telah distandarkan, misalnya: …….., 0.1, 0.112, 0.125, 0.14, 0.16, …… (mm/(r)).<br />
Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding). Memutar memerlukan two-axis, kendali alur berlanjut, yang manapun untuk menghasilkan suatu ilmu ukur silindris lurus/langsung atau untuk menciptakan suatu profil.<br />
Bedanya dengan Mesin perkakas NC adalah meliputi mesin dengan operasi tujuan tunggal, yang memberikan informasi kuantitatif seperti pengerjaan dengan mesin operasi yang disajikan oleh suatu komputer kendali dengan program database berupa kode data yang diubah untuk satu rangkaian perintah yang menyimpan instruksi secara langsung untuk mengendalikan alat-alat bermesin CNC (Computer Numerical Control).</p>
<p>b. Bagian-Bagian Mesin CNC Turning<br />
Bagian dari mesin CNC Turning tidak jauh berbeda dengan yang berada pada mesin bubut konvensional yaitu sebagai berikut:<br />
 Unit Kontrol berupa panel pengontrolan yang berisi tombol-tombol perintah untuk menjelaskan kontrol gerakan mesin dan berbagai fungsi lainnya yang menggunakan instruksi oleh sistem kontrol elektronika.<br />
 Kepala Tetap berupa roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel<br />
 Poros utama (spindel) berupa tempat kedudukan pencekam untuk berdirinya benda kerja.<br />
 Eretan utama (appron) akan bergerak sepanjang meja sambil membawa eretan lintang (cross slide) dan eretan atas (upper cross slide) dan dudukan pahat.<br />
 Eretan Melintang yang menggerakan pahat arah melintang.<br />
 Eretan Memanjang yang menggerakan pahat arah vertikal.<br />
 Kepala Lepas, sejajar kepala tetap untuk membantu pergerakan spindel dalam memegang benda kerja.</p>
<p>4. Keuntungan dan Kerugian<br />
Faktor-faktor yang menyebabkan mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini lebih menguntungkan adalah sebagai berikut:</p>
<p>a. Laju produksi cepat.<br />
b. Keakuratan pada lebih besar dan repeatabilas.<br />
c. Menurunkan tingkat tarip sisa (pemborosan komponen).<br />
d. Mengurangi kebutuhan pemeriksaan.<br />
e. Tidak banyak memakan tempat/ ruangan<br />
f. Level keterampilan yang dibutuhan operator dikurangi</p>
<p>Adapun kerugian yang dapat ditimbulkan oleh mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini adalah sebagai berikut:</p>
<p>a. Pengerjaan komponen dengan mesin yang mudah menjadi sulit karena menggunakan format yang rumit.<br />
b. Modal yang ditanamkan mengalami peningkatan.<br />
c. Peralatan sederhana tetap diperlukan<br />
d. Dibutuhkan tenaga ahli yang berfungsi untuk memprogram peralatan NC.<br />
<span class="fullpost"></span></p>
<p>Pembuatan komponen dengan CNC memerlukan akses langsung ke mesin dan instalasi komputer agar memperoleh pengalaman praktis yang amat diperlukan. Dalam menggunakan piranti dan jenis mesin tertentu, seperti mengoperasikan mesin-mesin turning, milling dan drilling harus memahami bahasa serta teknik pemrograman memerlukan instruksi.</p>
<p>2. Sistem Pengoperasian Mesin<br />
Kode data diubah untuk satu rangkaian perintah, yang mana servo mekanisme, seperti suatu pijakan motor yang berputar sesuai jumlah yang telah ditetapkan, memperbaiki dengan masing-masing mengemudi dari suatu meja pekerjaan dan suatu alat untuk melaksanakan suatu pengerjaan dengan mesin dan gerakan yang ditetapkan oleh suatu sistem pengulangan tertutup atau terbuka.<br />
Sistem operasi dari mesin perkakas NC adalah menggunakan sistem operasi CNC sehingga diperlukan pengenalan kode data untuk menjalankan satu rangkaian perintah. Adapun contoh dari sistem operasi dari mesin perkakas NC adalah:</p>
<p>Fungsi G<br />
G00 Pengaturan posisi dengan gerak cepat yang mempunyai kemungkinan gerakan yang terjadi berupa eretan yang bergerak dalam arah x, y, z, dan x dan z<br />
G01 Interpolasi linier adalah mendapatkan harga antara yang terletak pada garis lurus. Kemungkinan gerakan yang terjadi yaitu pembubutan dalam arah z atau memanjang, arah x atau melintang, arah x dan z atau membubutan tirus.<br />
G02 Interpolasi melingkar dengan arah kekanan<br />
G03 Interpolasi melintang atau melingkar arah kekiri<br />
G04 Waktu tinggal diam (istirahat dalam detik)<br />
G20-G21 Nilai masukan ditetapkan dalam satuan milimeter atau inchi<br />
G24 Pemrograman radius<br />
G25 Pemanggilan sub program<br />
G27 Perintah melompat / melewati blok<br />
G28 Kembali ketitik acuan<br />
G33 Pemotongan ulir<br />
G41-G42 Pemotongan benda kerja sesuai dengan kompensasi pada permukaan benda kerja.<br />
G64 Mematikan motor/ mematikan arus listrik<br />
G84 Siklus pembubutan memanjang<br />
G88 Siklus pembubutan melintang</p>
<p>Fungsi M<br />
M00 Menghentikan program, yang dilakukan di pertengahan program. Operator harus siap kembali<br />
M03-M04 Start spindel searah jarum jam<br />
M05 Spindel stop<br />
M06 Penghitungan panjang pahat<br />
M09 Memulai atau pembatalan putaran pemotongan<br />
M17 Memulai atau membatalkan spindel dan cairan memotong<br />
M19 Memutar atau membatalkan spindel untuk mengorientasikan posisi.<br />
M30 Mengakhiri program, memutar kembali atau memberhentikan mesin.<br />
M99 Parameter lingkaran</p>
<p>3. Jenis Mesin Perkakas NC<br />
Mesin perkakas NC meliputi mesin dengan operasi tujuan tunggal. Dan yang akan kami ceritakan disini adalah mesin perkakas NC untuk mesin bubut (CNC Turning).<br />
a. Prinsip Kerja CNC Turning<br />
Benda kerja dipegang oleh pencekam yang dipasang diujung poros utama (spindel). Dengan memutar lengan pengatur, yang terdapat pada kepala tetap, putaran spindel (n) dapat dipilih. Harga putaran spindel umumnya dibuat bertingkat, dengan aturan yang telah distandarkan, misalnya 630, 710, 800, 900, 1000, 1120, 1400, 1600, 1800, dan 2000 rpm. Kecepatan putaran spindel tidak lagi bertingkat melainkan berkesinambungan (kontinue). Pahat dipasangkan pada dudukan pahat dan kedalaman potong (a) diatur dengan menggeserkan peluncur silang melalui roda pemutar dan gerak makannya diatur dengan lengan pengatur pada rumah roda gigi. Gerak makan (f) yang tersedia pada mesin bubut bermacam-macam dan menurut tingkatan yang telah distandarkan, misalnya: …….., 0.1, 0.112, 0.125, 0.14, 0.16, …… (mm/(r)).<br />
Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding). Memutar memerlukan two-axis, kendali alur berlanjut, yang manapun untuk menghasilkan suatu ilmu ukur silindris lurus/langsung atau untuk menciptakan suatu profil.<br />
Bedanya dengan Mesin perkakas NC adalah meliputi mesin dengan operasi tujuan tunggal, yang memberikan informasi kuantitatif seperti pengerjaan dengan mesin operasi yang disajikan oleh suatu komputer kendali dengan program database berupa kode data yang diubah untuk satu rangkaian perintah yang menyimpan instruksi secara langsung untuk mengendalikan alat-alat bermesin CNC (Computer Numerical Control).</p>
<p>b. Bagian-Bagian Mesin CNC Turning<br />
Bagian dari mesin CNC Turning tidak jauh berbeda dengan yang berada pada mesin bubut konvensional yaitu sebagai berikut:<br />
 Unit Kontrol berupa panel pengontrolan yang berisi tombol-tombol perintah untuk menjelaskan kontrol gerakan mesin dan berbagai fungsi lainnya yang menggunakan instruksi oleh sistem kontrol elektronika.<br />
 Kepala Tetap berupa roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel<br />
 Poros utama (spindel) berupa tempat kedudukan pencekam untuk berdirinya benda kerja.<br />
 Eretan utama (appron) akan bergerak sepanjang meja sambil membawa eretan lintang (cross slide) dan eretan atas (upper cross slide) dan dudukan pahat.<br />
 Eretan Melintang yang menggerakan pahat arah melintang.<br />
 Eretan Memanjang yang menggerakan pahat arah vertikal.<br />
 Kepala Lepas, sejajar kepala tetap untuk membantu pergerakan spindel dalam memegang benda kerja.</p>
<p>4. Keuntungan dan Kerugian<br />
Faktor-faktor yang menyebabkan mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini lebih menguntungkan adalah sebagai berikut:</p>
<p>a. Laju produksi cepat.<br />
b. Keakuratan pada lebih besar dan repeatabilas.<br />
c. Menurunkan tingkat tarip sisa (pemborosan komponen).<br />
d. Mengurangi kebutuhan pemeriksaan.<br />
e. Tidak banyak memakan tempat/ ruangan<br />
f. Level keterampilan yang dibutuhan operator dikurangi</p>
<p>Adapun kerugian yang dapat ditimbulkan oleh mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini adalah sebagai berikut:</p>
<p>a. Pengerjaan komponen dengan mesin yang mudah menjadi sulit karena menggunakan format yang rumit.<br />
b. Modal yang ditanamkan mengalami peningkatan.<br />
c. Peralatan sederhana tetap diperlukan<br />
d. Dibutuhkan tenaga ahli yang berfungsi untuk memprogram peralatan NC.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alfian07.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alfian07.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfian07.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfian07.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfian07.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfian07.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfian07.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfian07.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfian07.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfian07.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfian07.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfian07.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfian07.wordpress.com&blog=2231279&post=32&subd=alfian07&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfian07.wordpress.com/2008/02/22/mesin-perkakas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb4766d5ee3978c720d8e23c3b8272b3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alfian07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/7308/118906895931520/1600/z/598946/gse_multipart42559.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SOLIDARITY  FOREVER</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/02/clarik1.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">clarik1.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIPS Ngeblog ala Alfian.Na</title>
		<link>http://alfian07.wordpress.com/2008/02/01/tips-ngeblog-ala-alfianna/</link>
		<comments>http://alfian07.wordpress.com/2008/02/01/tips-ngeblog-ala-alfianna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 03:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfian07</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfian07.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[
 
TIPS
NGEBLOG
UNTUK PEMULA

Membuat suatu bloger harus mempunyai kriteria sbb:
1. Menghibur
Gaya penulisan yang santai, kadang-kadang berupa dialog, kutipan novel maupun lirik lagu, atau dengan berbagai kreasi posting –seolah-olah langsung menempatkan pembacanya sebagai lawan bicaranya. Begitu mulai membaca postingnya, pembaca akan selalu menunggu “kejutan” apa yang akan mereka dapatkan setelah membaca.
2. Informatif
Gaya penulisan ala jurnal atau media. Biasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfian07.wordpress.com&blog=2231279&post=24&subd=alfian07&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 align="left"><font color="#ff0000"></font></h1>
<h2 align="left"><a href="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/alfian-nan-tampan.jpg" title="alfian-nan-tampan.jpg"><img width="178" src="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/alfian-nan-tampan.thumbnail.jpg?w=178&#038;h=96" alt="alfian-nan-tampan.jpg" height="96" style="width:159px;height:113px;" /></a><font color="#ff0000"> </font></h2>
<h2 align="center"><font color="#ff0000">TIPS</font></h2>
<h2 align="center"><font color="#ff0000">NGEBLOG</font></h2>
<h2 align="center"><font color="#ff0000">UNTUK PEMULA</font></h2>
<h2 align="center"></h2>
<address><em><u><strong>Membuat suatu bloger harus mempunyai kriteria sbb:</strong></u></em></address>
<address><strong>1. Menghibur</strong></address>
<p>Gaya penulisan yang santai, kadang-kadang berupa dialog, kutipan novel maupun lirik lagu, atau dengan berbagai kreasi posting –seolah-olah langsung menempatkan pembacanya sebagai lawan bicaranya. Begitu mulai membaca postingnya, pembaca akan selalu menunggu “kejutan” apa yang akan mereka dapatkan setelah membaca.</p>
<p><span id="more-24"></span><b>2. Informatif</b></p>
<p>Gaya penulisan ala jurnal atau media. Biasanya to the point, kadang-kadang berupa hard-news maupun dalam bentuk pointer-pointer. Bloggernya akan selalu membuatkan konteks dalam setiap postingnya sehingga pembaca mendapatkan banyak hal.</p>
<p><b>3. Inspirasional</b></p>
<p>Gaya penulisan yang menggerakkan. Posting semacam ini akan mendorong pembaca untuk melakukan sesuatu yang disarankan. Biasanya posting-posting ini berisi contoh-contoh, kisah sukses, bench-marking…</p>
<p><b>4. Berselera humor</b></p>
<p>Gaya penulisan yang tangkas, penuh humor, satir atau berupa parodi-parodi. Biasanya blogger jenis ini memiliki indera dan “radar” yang tajam sehingga tak terlalu susah baginya mencari topik yang perlu “dikerjain”.</p>
<p><b>5. Mudah diingat</b></p>
<p>Ketangkasan dan kreativitas memilih entri dan gaya menuliskannya akan membuat pembacanya sulit melupakan posting tersebut. Bisa dipastikan mereka akan balik lagi untuk mencari posting-posting memorable lainnya.</p>
<p><i><b></b></i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alfian07.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alfian07.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfian07.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfian07.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfian07.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfian07.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfian07.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfian07.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfian07.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfian07.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfian07.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfian07.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfian07.wordpress.com&blog=2231279&post=24&subd=alfian07&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfian07.wordpress.com/2008/02/01/tips-ngeblog-ala-alfianna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb4766d5ee3978c720d8e23c3b8272b3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alfian07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfian07.files.wordpress.com/2008/03/alfian-nan-tampan.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alfian-nan-tampan.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TENTANG WORDPRESS.COM</title>
		<link>http://alfian07.wordpress.com/2008/01/26/inilah-diriku/</link>
		<comments>http://alfian07.wordpress.com/2008/01/26/inilah-diriku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 13:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfian07</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfian07.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[ 

WORDPRESS.COM
wordPress ialah platform penerbitan pribadi yang semantik, yang berfokus kepada estetika, standar web, dan kegunaan. WordPress bersifat gratis, namun di sisi lain tak ternilai harganya.Pendek kata, WordPress ialah yang Anda perlukan ketika ingin bekerja dengan sebuah blog.
UnduhRilis stabil WordPress yang terakhir (Versi 2.3.1) tersedia dalam format zip dari taut di sebelah kanan Anda. Anda juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfian07.wordpress.com&blog=2231279&post=9&subd=alfian07&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="section"> <img width="484" src="http://id.wordpress.org/languages/shots/shot-id_ID.png" alt="Localized version screenshot" height="138" style="width:524px;height:138px;" /></div>
<div align="center" class="section"><b></b></div>
<p align="center" class="section"><strong>WORDPRESS.COM</strong></p>
<p class="section"><b>wordPress</b> ialah platform penerbitan pribadi yang semantik, yang berfokus kepada estetika, standar web, dan kegunaan. WordPress bersifat gratis, namun di sisi lain tak ternilai harganya.Pendek kata, WordPress ialah yang Anda perlukan ketika ingin bekerja dengan sebuah blog.</p>
<div class="main"><span id="more-9"></span>UnduhRilis stabil WordPress yang terakhir (Versi 2.3.1) tersedia dalam format zip dari taut di sebelah kanan Anda. Anda juga dapat mencari format lain atau versi yang lebih lama. Jika Anda ingin mencoba versi tak stabil, kunjungi halaman Rilis beta dan RC.</p>
<p><b>MENGELOLA BLOG WP.COM BERKOLOMPOK</b></p>
<p>Blog di wordpress.com dapat dikelola secara berkelompok seperti blog panduan.wordpress.com ini. Berguna juga jika ingin membuat blog internal perusahaan atau kelompok.</p>
<p><b>Bagaimana cara menambahkan pengguna?</b></p>
<p>Dengan posisi sebagai administrator, menu menambahkan pengguna terdapat di dasbor: ‘Pengguna’ / ‘Users’ » ‘Authors &amp; Users’ / ‘Penulis &amp; Pengguna’. Kemudian pada kolom di bawahnya terdapat ‘Add User From Community’ / ‘Tambahkan Pengguna Dari Komunitas’. <span></span>Admin dapat mengundang pengguna lain untuk bergabung bersama di blognya. Cukup dengan:</p>
<ul>
<li>mengetikkan <b>alamat email</b> pengguna lain</li>
<li><b>Memilih peran</b> calon pengguna baru (administrator, editor, penulis, kontributor) :<br />
<b>Administrator:</b> Memiliki kuasa utama terhadap blog.<br />
<b>Editor</b>: Dapat memuat, mengedit serta menghapus tiap tulisan dan halaman, moderasi komentar, mengelola kategori, mengelola taut dan mengunggah berkas. Editor juga diijinkan membaca, mengedit dan menghapus <i>private posts</i>.<br />
<b>Author</b> / <b>Penulis</b>: Diijinkan mengedit, mempublikasikan dan menghapus tulisan miliknya, serta mengunggah berkas.<br />
<b>Contributor / Kontributor:</b> Pengguna ini boleh mengedit tulisan miliknya, tapi tidak memiliki kuasa untuk mempublikasikannya.</li>
<li>Klik ‘Add User’ / ‘Tambahkan Pengguna’</li>
</ul>
<p>Diperbaharui 1 Agustus 2007:<br />
Jika calon pengguna yang diundang belum memiliki akun di wp.com, akan memunculkan pesan sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>That email address does not belong to any user here. Would you like to invite that person to use WordPress.com?</p></blockquote>
<p>Klik ‘Invite your friend!’ untuk mengajak pengguna lain menggunakan wp.com.<br />
Tandai ‘Add user to my blog as a […peran yang sesuai…]’ untuk melanjutkan undangan.</p>
<p>Untuk mengubah atau menghapus peran pengguna, gunakan kolom di atasnya (’User List by Role’) untuk mengelola.</p>
<p><b>Saran</b>:</p>
<ul>
<li>Sebaiknya minta ijin dahulu kepada yang akan diundang / diajak bergabung, karena calon pengguna baru tersebut otomatis akan tergabung dalam blog pengundang (walaupun email undangan telah diabaikan; mungkin wp.com harus memperbaiki sistem ini!) dan di dasbor pengguna lain tersebut (jika ia juga memiliki blog di wp.com) tercantum tiap notifikasi pembaharuan (tulisan, komentar) blog pengundang (mungkin hal ini akan mengganggu bagi calon pengguna baru; dapat dianggap spam??)</li>
<li>Hati-hati memberi peran pada pengguna lain, terutama peran Editor dan Administrator.</li>
</ul>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alfian07.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alfian07.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfian07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfian07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfian07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfian07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfian07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfian07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfian07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfian07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfian07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfian07.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfian07.wordpress.com&blog=2231279&post=9&subd=alfian07&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfian07.wordpress.com/2008/01/26/inilah-diriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb4766d5ee3978c720d8e23c3b8272b3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alfian07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wordpress.org/languages/shots/shot-id_ID.png" medium="image">
			<media:title type="html">Localized version screenshot</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>